modul 11 pendidikan anak di sd

 MODUL 11

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING DISEKOLAH DASAR

KB 1: HAKIKAT BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD

A.     LATAR BELAKANG PERLUNYA BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
1.      LATAR BELAKANG
-          Rocman Natawidjaja (1987) mengemukakan 5 faktor yang melatarbelakangi perlunya pelaksanan bimbingan da konseling dalam proses pendi di sekolah. Kelima factor itu dijelaskan seperti berikut ;
a.       Kesadarn aka perbedaan individual diantara setiap manusia
Factor yang pertama ini sangat esensial, tidak saja dalam bimbingan teraip dalam pendidikan pada umumnya. Praktik pendi kita hingga kinicenderung seragam.
b.      Kesadaran akan perlunya system pelayanan kependidikan lainya yang berpusat pada anak.
Factor kedua ini merupakan dampak lanjutan dari kesadaran akan berpedaan individual.
c.       Kesadaran akan perlunya penerapan konsep demokrasi dalam pendidikan secara tepat
UUd 1945 pasal 31 ayat 1 dinyatakan dengan tegas bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.
d.      Kesadaran akan permasalahan yang dihadapi oleh individu dalam individudalam kehidupan masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang
e.       Kesadaran akan persoalan yang dihadapi oleh individu dalam kehidupan modern
B.     PENGERTIAN
-          Istilah bimbingan banyak digunakan dalam konteks pendi , penngajaran, kepemimpinan dan upaya2 yang berkaitan dengan proses kemanuasiaan, terutama dengan proses mempengaruhi atau megubah tingkah laku
-          Bimbingan pada umumnya dipahami sebagai upaya memberikan arahan, panduan, nasihat dan biasanya mengandung nilai2 yg bersifat menuntun kearah yang baik
-          Dalam konteks ini bimbingan merupakan terjemahan dari suatu istilah dalam bahsa inggris, yaitu guidance yang akar katanya adalah guide.  Shetzer dan Stone (1996:31) mengemukakan beberapa padanan dari kata guide yaitu to direct, pilot, manage, or steer.
-          Dalam bahasa Indonesia masing2 kata ini dapat berarti memandu, mengarahkan, mengatur /mengemdi  
-          Gibson dan Mitchell (1981:27) member prediksi khusus terhadap konseling. Dia mengatakan bahwa counseling has been identifited as the heart of the quidance program. Konseling telah dikenal sebagai jantungnya program bimbingan
-          Shertzer da stone (1981:7) menyatakan bahwa konseling merupakkan inti kegiatan professional dari seorang yang disebut konselor
-          Mortensen and Schmuller (1964:3) mengartikan bimbingan sebagai bagian integaral dari program pendi yang diupayakan oleh staff yang kompeten bertujuan memberikan bantuan kepada individu untuk dapat mengembangkan kesanggupan dan kemampuannya secara penuh didalam tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis.
-          Edward C Glanz (1966:5) yang mengartikan bimbingan sebagai proses membantu individu untuk memecahkan masalah dan menjadi anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab dimana dia hidup.
-          Traxler dan North (1968: 11) mengartikan bimbingan sebagai proses untuk mengenal dan memahami individu serta menciptakan kondisi2 yang memungkinkan individu itu dapat mengembangkan kapsitasnya secara penuh sehingga pada akhirnya dia dapat membantu dirinya sendiri baik secara ekonomi maupun secara social.
-          Pengertian bimbingan yang cukup komprehensif Rochman Natawidjaja (1984:24) sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan , supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sanggup mengaahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya.
-          Bimbingan disekolah dasar yaitu proses membanu individu siswa untuk dapat memahami diri, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depannya sehingga diharapkan dapat mencapau perkembangan yang optimal sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat yang demokratis.
C.     SNGGSPSN YSNG KELIRU TENTANG BIMBINGAN DAN KONSELING
1.      Bimbingan diberikan kepada anak yang bermasalah /salah suai (Maladjusted)
Anggapan ini keliru karean bimbingan di SD harus diberikan kepada semua anak secara menyeluruh dan merata.
2.      Guidance for All ( bimbingan utuk semua anak)
Pada dasarnya bimbingan bukan hanya bagi anak yang nakal, kurang pandai, pelanggar aturan yang sering disebut sebagai ‘kasus’ melainkan bagi semua anak, termasuk anak yang ‘baik’, ‘ pintar’, rajin dan sebaginya.
3.      Bimbingan diperuntukan bagi siswa sekolah lanjutan
Anggapan ini pun jelas keliru karena tidak sesuai dengan prinsip bimbingan, yaitu bimbingann adalah untuk semua siswa termasuk siswa sekolah dasar, disebabkan karena sekolah sekolah lanjutan dihuni oleh individu yang tengah mengalami masa remaja, dimana pada masa ini banyak masalah/kesulitan yang timbul.
4.      Bimbingan sama dengan nasihat
5.      Bimbingan adalah tugas para ahli
6.      Bimbingan adalah obat mujarab untuk semua penyakit tingkah laku
7.      Bimbingan disamakan dengan konseling
D.     TUJUAN2 BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH DASAR
-          Pada dasarnya tujuan ahkir bimbingan dan konseling ditingkatan pendi apapun adalah agar peserta didik mencapai tugas2 perkembangan (developmental tasks0  secara optimal dalam berbagi aspek, sesuai tingkatan perkembangan dan lingkungan social budaya dimana dia hidup.
-          Tugas2 perkembangan adalah pola perilaku yang harus dilakukan oleh individu pada suatu periode / maa tertentu dari kehidupannya, yang jika berhasil dilaksanakan akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke gagalan dalam melaksanakan tugas2 berikutnya, semestara jika ditolak oleh masyarakt dan cenderung mengalami kesulitan dalam menghadapi tugas2 berikutnya (Havighurst, 1961:2)
-          Sebagai contoh salah 1 tugas perkembangan anak usia SD adalah belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok temn sebayanya.
-          Contoh lain, tugas perkembangan anak SD adalah pengembangan ketrampilan dasar dalam mebaca –menulis-berhitung.
-          Tugas 2tugas perkembangan anak SD atau pola perilaku seyogyanya ditampilkan anak SD meliputi
1.      Sikap dan kebiasaan dalam bermtaq (iman dan taqwa)
2.      Mengembangkan kata hati –moral dan nilai2
3.      Pengembangan ketrampilan dasar caslitung
4.      Pengembangan konsep2 yang perlu dalam kehidupan sehari2
5.      Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok sebaya
6.      Belajar menjadi pribadi yang mandiri
7.      Mempelajari ketrampilan fisik sederhana.
-          Secara operational tujuan bimbingan dan konseling di SD dengan demikian adalah agar setiap anak SD dapat :
1.      Mengalami perasaan positif dan senang dalam berinteraksi dengan teman sebayanya, guru, orang tua dan orang dewasa lainya.
2.      Memperoleh perasaan berharga dan berhasil dari aktivitas belajarnya di sekolah
3.      Mengembangkan dan memlihara perasaan positif terhadap dirinya, terhadap kekhasan nilai yang dimilikinya serta dapat memahami dan menghubungkan dengan perasaanya.
4.      Menyadari akan pentingnya nilai yanga dimiliki dan mengembangkan nilai2 yang konsistem dengan kebutuhan hidup dalam masyarkat yang majemuk
5.      Mengembangkan dan memperkaya keterampilan belajar untuk memaksimalkan kecakapan yang dimiliknya
6.      Belajar tentang berbagai ktrampilan yang diperlukan unutk hidup lebih baik
7.      Mengembangkan ktrampilan2 penyususan tujuan,perencanaan dan pemecahan masalah
8.      Mengembangkan sikap2 positif terhadap kehidupan
9.      Menunjukkan tanggung jawab terhadap tingkah lakunya
10.  Bekerja dengan orang tua dalam berbagi kegiatan yang terencana untuk membantu mengembangkan sikap dan ktrmampilan
11.  Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkaya aktivitas belajar.
Kesimpulan tujuan diatas adalah member kemudahan belajar terpadu pada sisiwa SD. Asumsinya bahwa misi dasar dan tujuan utma pendidikan sekolah adalah untuk membelajaran siswa

E.     PRINSIP BIMBINGAN DI SD
-          Tiedeman , Dinckmeyer dan Dreikurs dalam store (1983), memandang bahwa program bimbingan di sekolah dasar perlu diarahkan pada pengembangan kognitif dan efektif sekaligus
-          Program bimbingan didaarkan atas prinsip2 perkembangan sebagai berikut :
1.      Bimbingan untu semua
Setiap siswa memiliki hak untuk mendapatkan layanan bimbingan dari gurunya.
2.      Bimbingan di SD dilaksanakan ileh semua guru kelas. Jika ada konselor maka tugasnya adalah memberikan layanan konseling dan konsultasi kepada siswa,guru dan orang tua siswa
3.      Bimbingan diarahkan untuk membantu siswa agar mampu mengetahui ,memahami,menenrima dirinya sendiri baik secara kognitif maupun secara afektif
4.      Bimbingan dapat diberikan secara informal dan insidentak namun alanngkah lebih baiknya jika dilaksanakan secara terencana dan terprogram.
5.      Bimbingan di SD menepatkan tekanan pada pencapaian tujuan dan kebermaknaan pengalaman belajar
6.      Bimbingan difokuskan pada asset
7.      Bimbingan mengakui bahwa siswa tengah mengalami proses menjadi yang berarti guru haru slebih banyak melihat anak dari sisi positif dari pada sisi negative
8.      Program bimbingan akan dapat terlaksana sangat efektif jika diupayakan melalui kerja sama yang baik antar guru, siiswa, orang tua siswa, tenaga administrative dan sumber daya yang ada dimasyarakat.
F.      HAKIKAT BIMBINGAN DAN KONSELING
-          HAKIKAT BIMBINGAN DAPAT DIPAHAMI SEBAGAI BERIKUT :
1.      Bimbingan di SD merupakansuatu proses bantuan yang kontinu.
2.      Bimbingan di SD merupakan proses membantu individu
Agar bantuan dapat dilaksanakan dalam rangka pendi di SD maka implikasinya ialah
(1)   Sekolah harus memiliki data yang lengkap tentang siswa agar guru dan siswa dapat memahami berbagai kelebihan dan kelemahannya serta menerimanya dengan wajar
(2)   Guru dan siswa harus sama2 aktif untuk memahami karakteristik lingkungan tempat siswa berasa
(3)   Sekolaj harus memberikan berbagai informasi yang diperlukan oleh sisiwa untu dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkunganya
(4)   Sekolah harus menciptakan lingkungan fisik dan hubungan social yang kondusif dan sehat bagi siswa agar dapat mengembangkan diri secara optimal pada masa yang akan dating
3.      Bimbingan di SD diberikan atas dasar pemahaman tentang kebutuhan , masalah dan karakteristik individuall anak
4.      Bimbingan di SD bukan monopoli kegiatan suatu profesi
5.      Bimbingan di SD adalah untuk semua anak
6.      Fungsi bimbingan di SD bukan hanya suapya siswa dapat memecahkan masalah atas kesulitan yang dihadapinya tetapi juga supaya siswa dapat terhindar dari masalah yang mengganggu proses perkembanganya serta dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian secar aoptimal
7.      Bimbingan di SD merupakan bagian integral dari keseluruhan upaya pendidikan
8.      Bimbingan di SD mengunakan pendekatan pribadi
9.      Bimbingan di SD meliputi 3 bidang masalah siswa, yaitu bimbingan belajar, social-pribadi, karier
10.  Evaluasi kebehasilan bimbingan dan konseling di sd merupakan bagian dari kegiatan program bimbingan
11.  Pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD memerlukan sumber daya yang memadai

KB 2 : PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.     PENTINGNYA BIMBINGAN DI SD
-          Fungsi pendi SD bukan hanya memberikan bekal kemampuan dasar akademik berupa kemampuan calistung melainkan juga berfungsi menyiapkan lulusanya untuk melanjutkan pendi ke sekolah lanjutan tingkat pertama
-          Pengembangan kemampuan pribadi bagi siswa SD diperlukan agar dia memiliki ketahan pribadi dan kemampuan penyesuaikan yang tepat dalam menghadapi tuntutan dan lingkungan belajar di SLTP
-          Proses pembelajaran di SD harus berfungsi membanu siswa untuk dpat meahami kekuatan dirinya, memahami peluang2 dan tantangan lingkungan yang mungkin di hadapi serta membantu siswa untuk dapat merencanakan masa depannya sebagi warga masyarakt yang mandiri dan produktif.
B.     PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
-          Menurut Lioyd jones, barry da wolf dalam Stone (1983) titik berat dan kepedulian bimbingan di SD adalah pada masalah perkembangan siswa.
-          Program bimbingan di SD diarahkan pada pencapaian kecakapan siswa dalam melaksanakan seluruh tugas perkembangannya secara efektif
-          Menurut Farwell dan Peter dalam stone (1983). Titik berat bimbingan di sekolah dasar adalah pada pengembangan pemahaman diri dan member kemudahan belajar kepada siswa.
-          Guru adalah penentu program bimbingan , dimana dia harus mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan siswa akan bimbingan serta menciptakan iklim sekolah yang kondusif sehingga mampu memfasilitasi sikap dan perilaku siswa kearah yang lebih baik.
-          Rochman natawidjaja (1984), salah seorang pakar terkemuka di Indonesia dalam bidang bimbingan dan konnseling mengemukakan peran yang harus dilaksanakan oleh guru dalam keseluruhan program bimbingan dan konseling di sekolah dasar yang di rumuskan ke dalam 10 butir pernyataan berikut.

1.         Mengidentifikasi kebutuhan, potensi, minat, bakat, dan masalah tiap anak, terutama dalam kegiatan kelas.
Guru harus berupaya untuk mengenal anak secara individual yang meliputi kecerdasan(intelegensia), bakat-bakat yang di miliki; baik yang menonjol maupun yang lemah, sifat-sifat pribadi yang khas, minat-minat, kegemaran positif dan sebagainya.. implikasinya adalah para guru kelas harus mengumpulkan data anak mengenai hal-hal tersebut. Cara yang biasa dilakukan, antara lain bekerja sama dengan pihak yang kompoten untuk mengadakan pemeriksaan atau pengukuran psikologi ( lazim tersebut psycho test), menelaah prestasi siswa dari waktu ke waktu beserta latar belakang kehidupan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Data tersebut di catat dalam buku pribadi siswa.
2.         Mengidentifikasi gejala – gejala salah suai pada diri anak dalam kegiatan di sekolah
guru harus berupaya memperhatikan kegiatan sehari-hari anak di sekolah, baik dalam proses belajar mengajar di kelas maupun dalam hubungan social dengan teman sebayanya anak SD.
3.         Member kemudahan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di lingkungan sekolah.
Membimbing berarti memberi kemudahan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, sesuai dengan potensi yang dimiliki serta kesempatan dan peluang lingkungannya.
4.         Melaksanakan bimbingan kelompok, baik dalam maupun di luar kelas
Cara yang paling strategis membimbing siswa di SD adalah melalui bimbingan kelompok. Kelebihan strategis kelompok dibandingkan dengan stretegi individu (perorangan) antara lain adalah lebih efisien dan ekolahlebih sesuai dengan karakteristik perkembangan anak SD. Hal-hal yang perlu diingat, sekalipun guru berhadapan dengan sejumlah siswa, namun focus perhatian guru adalah tetap kepada siswa secara individu, sebab kelompok hanya merupakan wahana atau situasi social yang diciptakan oleh guru untuk membantu individu-individu yang menjadi angota kelmpok.
5.         Melengkapi rencana rencana yang telah dirumuskan oleh anak bersama guru
Guru kelas sebaiknya bekerja sama dengan anak membuat rencana-rencana tertentu yang positif bagi perkembangan bakat, minat dan kemajuan anak, misalnya bagaimana menciptakan kondisi kelas yang bersih dan sehat, mengadakan pertunjukan kesenian, mengadakan perlomban-perlombaan kreatif atau menghasilkan sesuatu yang berguna dan produktif, mengadakan aksi dan amal social, dan keagamaan.
6.         Melaksanakan pengajaran sesuai kebutuhan anak
7.         Mengumpulkan data dan informasi tentang anak, terutama dalam kegiatan belajarnya
8.         Melaksanakan kontak dengan masyarakat, terutama dengan orang tua/wali anak, antara lain mengadakan kunjungan rumah (home visit)
9.         Melaksanakan konseling terbatas, mengigat hubungan yang baik dapat terjalin dengan mudah antara anak dengan guru
10.     Memberikan pelayanan rujukan, yaitu melimpahkan anak tertentu kepada orang yang lebih kompeten untuk mendapatkan bantuan yang tepat


KB 2: PERAN ORANG TUA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.       KETERKAITAN ANTARA PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Peran orang tua dalam bimbingan tidak dapat di lepaskan dari peran guru karena peran keduanya dalam hal bimbingan merupakan peran yang bersifat kolaboratif ( kerja sama atas dasar kesetaraan derajat ). Di samping mengajar guru memiliki tugas  atau kewajiban membimbing siswa, demikian halnya orang tua di samping memenuhi kebutuhan fisiologis juga memiliki kewajiban untuk membimbing  sebagau kebutuhan psikologis anaknya. Perbedaannya terletak pada setting atau situasinya saja,  di mana bimbingan dari guru berlangsung dalam situasi formal, sedangkan bimbingan orang tua berlangsung dalam situasi informal, namun keduannya tertuju untuk keberhasilan subjek sama,
B.       PERWUJUDAN PERAN ORANG TUA DALAM BIMBINGAN KONSELING
Para orang tua siswa dapat menunjukkan peran yang di harapkan atau menunjukkan partisipasi positif terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling jika dia tidak tau arti dan manfaatnya bagi anak mereka.
-          Sunaryo kartadinata (1984), syamsu yusuf (1987), dan agus taufiq (1991) menunjukkan bahwa iklim kehidupan keluarga yang kooperatif antara orang tua dan guru, memberi pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan belajar anak di sekolah.. hasil penelitian tersebut juga mendukung hasil penelitian boy dan angelo (1978) tentang bentuk-bentuk peran yang diharapkan dilakukan oleh orang tua siswa dalam rangka pelaksanaan pendidikan sekolah pada umumnya dan bimbingan konseling pada khususnya, antara lain sebagai berikut.
1.         Mengadakan konsultasi
Pada waktu-waktu tertentu atau secara periodic, orang tua mengadakan komunikasi dengan sekolah terutama guru, baik di minta pihak sekolah maupun tidak untuk mengetahui perkembangan belajar anak.
2.         Memberi balikan
Orang tua seyogianya member balikan kepada guru tentang aktivitas belajar dan kemajuan belajar yang dicapai oleh anak.
3.         Menjadi sumber belajar
Orang tua yang memiliki kemampuan, keahlian atau keterampilan tertentu, bias berperan sebagai sumber belajar atau latihan bagi siswa.
4.      Berbagi informasi
5.      Mengetahui jadwal belajar
6.      Mengetahui kondisi sekolah
7.      Berdialog dengan anak
8.      Member ganjaran atau balikan kepada anak
9.      Member bantuan  atau dukungan yang dibutuhkan oleh anak
10.  Mengembangkakn kebiasaan yang baik
11.  Berupaya memenuhi perlengkapan belajar
12.  Menerima dan menghargai individualitas anak\
13.  Memrlakukan anak sesuai dengan norma social
14.  Membantu warga masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 1.PENDIDIKAN ANAK DI SD (PDGK4403)

Modul 6 perspektif global