modul 2 perspektif global
MODUL 2
PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT ILMU-ILMU SOSIAL
DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT
KB I. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI, SEJARAH DAN EKONOMI
A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI
Geografi adalah ilmu tentang keruangan .
Konsep ruang dalam Geografi yaitu permukaan bumi tiga dimensi (darat, air, udara ).
Ruang permukaan bumi ukuran dan jaraknya : local, regional, global.
Perspektif local : dari perkampungan satu bersambung menjadi perkampungan yang lebih luas.
Yang menghubungkan : jalan, alat angkutan, arus barang dan manusia.
Suatu wilayah atau kawasan mengalami perkembangan ( pemukiman penduduk, tempat perbelanjaan, pasar, jalan, jumlah penduduk ) menjadi lebih luas.
Perspektif regional : adanya perubahan dalam ruang, misalnya: hutan menjadi lahan pertanian, pemukiman, kawasan industry, jalan, lapanganà dampak : perubahan tatanan air, tumbuh-tumbuhan, hewan, cuaca. Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi sekarang bersambung menjadi Jabotabek à dampak : kehidupan ( aspek social, budaya, psikologi maupun politik )
Perspektif Global : Tak ada batas ruang maupun waktu antar Negara-negara di dunia.
Pengaruh dari : kemajuan teknologià dampak : terjadi interaksi antar Negara, misalnya pakaian, makanan, kesenian dan perdagangan.
Jadi dikatakan hampir 100% geografi berkenaan dengan penerapan perspektif global.
Bukti : “Pemanasan Global”
Meningkatnya karbondioksidaà efek rumah kaca di atmosfirà pemanasan global ( suhu di permukaan bumi naik )à pencairan es di kutubà permukaan air laut naik.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SEJARAH
Perspektif Sejarah mengacu pada konsep waktu ( waktu yang telah lampau ), tapi dapat dikaji untuk memprediksi kejadian-kejadian yang akan datang.
Perspektif sejarah tentang tokoh-tokoh, bangunan, perang, pertemuan internasional dapat dimunculkan sebagai pendidikan serta pengembangan SDM generasi muda untuk memasuki kehidupan global.
Tokoh agama, nabi, Rasul tidak hanya mempengaruhi umatnya waktu itu, tetapi menjadi pola perilaku dan teladan secara global.
Tokoh sejarah tidak hanya mempengaruhi ilmu sejarah , tapi juga ilmu yang lain.
Ø Bangunan Ka’bah ( Mekkah 0, Piramida ( Mesir ), Tembok Besar ( Cina )Taj Mahal ( India ), Borobudur ( Indonesia ) merupakan bangunan “keajaiban dunia” , tidak hanya bernilai sejarah saja, tapi bernilai global yang mempersatukan umat.
Ø Perang di berbagai kawasan, terutama perang dunia tidak hanya dilihat dari dahsyatnya senjata saja dan ngerinya pembunuhan umat manusia tapi diungkapkan nilai kemanusiaannya.
Ø Pertemuan internasional yang bermakna sejarah, misalnya KAA menyadarkan masyarakat Asia dan Afrika akan haknya sebagai umat manusia.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang perorang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan.
Dalam ilmu ekonomi menyangkut aspek :
a. Menentukan pilihan
b. Keinginan yang tak terbatas
c. Persediaan sumber daya terbatas
d. Keguanaan alternative SDA
e. Penggunaan hari ini dan hari esok
Pertumbuhan penduduk dunia yang pesat dari waktu ke waktu, menjadi salah satu factor terjadinya masalah global dalam bidang ekonomi.
KB II. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK, SOSIOLOGI, ANTROPOLOGI
A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK
Ilmu politik mempelajari Negara, tujuan-tujuan Negara dan lembaga-lembaga Negara yang melaksakan tujuan, hubungan Negara dengan Negara yang lain. Hubungan Negara Indonesia dengan Negara lain merupakan hubungan internasional yang akhirnya menjadi hubungan global ( menyeluruh, tidak terlalu formal ). Secara politik Negara dengan tujuan dan lembaga-lembaganya mengalami perkembangan.
Missal : Negara Indonesia saat diproklamasikan baru mendapat pengakuan Negara lain secara terbatas. Keberhasilan KAA, pembentukan GNB ( Indonesia sebagai pelopor ) meningkatkan pengakuan Negara lain terhadap kedudukan Indonesia. Terbentuknya Negara-negara ASEAN membuat Negara Indonesia semakin diperhitungan Negara-negara lain termasuk Negara adikuasa. Dalam bidang politik Negara Indonesia menjadi Negara terhormat.
Dengan politik luar negeri yang bebas aktif , Indonesia terjun ke berbagai kegiatan penyelesaian pertikaian politik (Kamboja, Filipina, Bosnia, Palestina, Israel) Hal tersebut menjadi landasan kerja sama di bidang ekonomi. Kekuasaan Negara-negara maju tidak dapat melakukan ekspansi politik, ekspansi tersebut berubah dalam bentuk lain yaitu ekspansi ekonomi. Penjajahan politik berakhir namun penjajahan ekonomi makin gencar. Negara-negara yang baru merdeka secara politik merdeka, namun secara ekonomi dijajah.
Negara Indonesia secara politik berhasil menjadi Negara yang diperhitungkan oleh Negara lain tapi secara ekonomi banyak tergantung dari Negara lain.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SOSIOLOGI
Sosiologi adalah ilmu ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan umat manusia, manusia, dan lingkungan. Sosiologià hubungan antarmanusia dalam lingkungan social. Hubungan dan interaksi social yang dialami manusia dan lingkungannya makin meluas dan berkembang ( 2 orang, banyak orang, antar kelompok, antar bangsa ) . Luasnya interaksi social ( dari keluarga, teman, tetangga, dusun, regional sampai global antar bangsa di dunia ). Motif interaksi ( ekonomi, budatya, politik, agama)
Dampak dari kemajuan, penerapan dan pemanfaatan IPTEK membawa perubahan tatanan sosisal baik materiel maupun nonmaterial.
Material : @ mie instant berbagai merek, pakaian dan jeans, pizza, hot dog, hamburger telah masuk ke perkotaan, pedesaan. Namun makanan khas seperti dodol Garut, kacang Bali, manisan Cianjur, oncom Bandung tidak lagi di daerah asal tapi dapat dijumpai di toserba bahkan di manca Negara.
Nonmaterial : @bersalaman ala tepuk punggung, tegur sapa ala barat, ciuman antar teman. @ jenis permainan pencak silat, gamelan, kungfu, taekwondo telah menyebar ke seluruh dunia.
Dari arus global dan interaksi baik langsung maupun melalui media wajib kita waspadai, misalnya pergaulan bebas, pemakaian obat terlarang, minum minuman
keras, sadisme. Masalah social mengglobal merupakan penghancuran umat dalam jangka yang relative cepat meracuni generasi muda.
Perubahan yang sifatnya positif meningkatkan kesejahteraan dalam arti yang seluas-luasnya patut kita syukuri, sedangkan yang bersifat negative harus kita waspadai, bahkan harus kita cari pemecahan masalahnya.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI ANTROPOLOGI
Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global
Keterangan :
I. Local
II. Nasional/regional
III. Internasional/interregional
IV. Global
Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global berarti mengamati, menghayati memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsure-unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.
Misalnya : pertunjukkan kesenian keliling dunia, kunjungan anggota DPR ke seluruh dunia, pertukaran pelajar antarnegara, pertemuan berbagai pakar dari berbagai bidang pengetahuan.
KB III. PERSPEKTIF GLOBAL DARI IPTEK, TRANSPORTASI, KOMUNIKASI, DAN INTERNASIONAL
A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI IPTEK
Teknologi adalah penerapan pengetahuan dan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pengetahuan tentang cara memanfaatkan Sumber Daya Alam ( SDA ) untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Ilmu pengetahuan erat hubungannya dengan teknologi, dalam kehidupan sehari-hari popular disebut IPTEK.
Perkembangan IPTEK meliputi tiga tahap perkembangan :
Ø IPTEK pertanian yang lebih maju : terjadi Revolusi Hijau
Ø Abad XVII ditemukan mesin uap ( kemajuan IPTEK di bidang produksi dan industry ) : terjadi revolusi ndustry
Ø Abad XX kemajuan IPTEK elektronik ( Radio, TV dan telepon ) : terjadi revolusi informasi.
Dampak negative yang ditimbulkan adalah kesehatan psikologis dan biologis yang timbul di masyarakat : Ketegangan ura syaraf, darah tinggi, sadime, kriminalitas, mabuk teller bukan penyakit psikologis biologi di Negara tertentu saja, tapi sudah mendunia.
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI TRANSPORTASI
Alat angkut atau transportasi semula berfungsi mengangkut barang dan manusia. Dampak positif abad ke XVII revolusi industry membawa perkembangan transportasi yang meliputi darat, air dan udara.
Perkembangan jalan sebagai prasarana dan alat sarananya mendekatkan jarak relaitf di permukaan bumi, memecahkan keterpencilan, jalan menjadi urat nadi perekonomian dalam proses distribusi.
Dalam pemanfaatan transportasi untuk perdagangan tidak hanya membawa barang dagangan saja, tetapi juga membawa kebiasaan, bahasa, agama, pengetahuan, dan IPTEK.Tanpa ada transportasi kehidupan manusia akan mandek, kelaparan di tempat-tempat tertentu, pengangguran akan meluas, produsen akan kelimpahan industry, konsumen menghadapi kelangkaan barang kebutuhan.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI KOMUNIKASI
Perkembangan kemajuan dan penggunaan media elektronij ( radio, TV, facsimile, internet ) kontak interaksi social umat manusia untuk berkomunikasi juga makin maju. Makin lama komunikasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi kepentingan-kepentingan tertentu yang harus dirahasiakan, fenomena tidak boleh disebarluaskan, internet juga mengandung bahaya, jika dimanfaatkan oleh orang-orang jahat untuk membobol bank atau rahasia perusahaan.
D. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI INTERNASIONAL
PBB merupakan lembaga dunia yang memperhatikan aspek kehidupan masyakat Negara-negara anggotanya. PBB menangani masalah-masalah internasional (kependudukan, pangan, lingkungan hidup, dan perdamaian) yang terkait satu sama lain.
Ø Masalah kependudukan tidak hanya menangani jumlah penduduk saja tapi mengenai pangan, perumahan, penghasilan, dan pekerjaan.
PBB : pangan dan pertanian ( FAO ), kesehatan ( WHO )
Ø Masalah lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kependudukan, industry, SDA, kesehatan dan tatanan ilmiah.
PBB : lingkungan hidup (United Nations Environment Programe )
Ø Masalah perdamaian mengenai pertikaian senjata nuklir, percobaan nuklir.
PBB : komisi ilmiah tenteng efek radiasi atom
Kecenderungan yang luas pada tatanan internasional yang mengglobal dalam perspektif ekonomi dan ekologi berkenaan dengan relokasi industry dari Negara-negara maju ke Negara-negara berkembang. Menerima rekolasi industry dengan kehausan pembangunan tanpa kesiapan kemampuan SDM pengelola keseimbangannya akan membawa hal – hal yang buruk. Oleh karena itu dunia internasional dituntut untuk memberikan bimbingan agar ketimpangan ekonomi dengan ekologi ini tidak terjadi. Jika degradasi terjadi dampaknya akan meluas ke seluruh dunia internasional.

Komentar
Posting Komentar