modul 5 pendidikan anak sd
MODUL 5
PROSES BELAJAR ANAK SD
KB1 :PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK BELAJAR
- ANITA E. Woolfolk (1993) sebagai perubahan perilaku akibat dari suatu pengalaman tertentu.
Menurut dia, belajarterjadi bilaman pengalaman menyebabkan suatu perubahan pengetahuan, dan perilaku yg relative permanen pada seseorang atau individu.
- Abin Syamsudidin ( 2000) mendefinisikan bahwa belajar adalah proses mengalami sesuatu untuk menghasilkan perubahan tingkah laku dan pribadi.
- Santrock dan Yusen (1994) menegaskan definisi belajar ketika dia menyatakan “learning as a permanent changein behavior that occurs though experience”. Belajar didefininsikan sebagai perubahan tungkah laku yang relative permanen yg terjadi karena pengalaman.
- Belajar adalah aktivitas atau pengalaman ynag menghasilkan perubahan pengetahuan, perilaku, da pribadi yang bersifat permanen . perubahan yg dimaksud memiliki berbagai sifat atau dimensi, bias bersifat penambahan,
- 4 karakteristik perbuatan belajar, yaitu
1. Intensional
Mengandung arti bahwa perbuatan yang terjadi harus bertujuan, disengaja dan disadari, bukan kebetulan. Sebagai contoh seorang anak tiba2 tingkahlakunya berubah, berteriak2
2. Positof
Artinya perubahan belajar menuju kea rah yang lebih baik /lebih mantap sesuai dengan norma atau criteria tertentu yg diharapkan, atau seseuai dengan norma yang disepakati bersam guru dan siswa, menurut masyarakat, menurut kurikulum/kaidah ilmu pengetahuan tertentu.
Contoh seorang anak yg tadinya tergantng kepada teman sebangkunya ketika ulangan dengan pendekatan bimbingan yang baik oleh anda anak itu akan menjadi mandiri tegar dan percaya diri.
3. Benar2 hasil pengalaman
Arti belajar tersebut harus benar2 merupakan hasil dari pengalaman , dalam arti perubahan yang ditunjukkan /yang dicapai oleh anak itu karena dia aktif melakukan sesuatu dalam berinteraksi dengan lingkunganya. Misalnya seseorang anak dalam 2 bulan terakhir mengalami kemajuan yang pesat dalam nilai ulangan berhitung, padahal kemampuannya sebelumnya dibawah rata2 kelasnya.
4. Bersifat efektif
Artinya perubahan ynag dicapai oleh anak itu fungsional atau berguna untuk anak yg bersangkutan, baik untuk memecahkan masalah pelajaran, maupun untuk memecahkan masalh sehari2 dan untuk melanjutkkan sekolah tingkat selanjutnya.
- Dalam mengajar mengandung konotasi bahwa anak menjdai pasif, hanya menerima informasi sepihak dari guru.
KB 2 : PRINSIP –PRINSIP BELAJAR
- Pada dasarnya perubahan hasil belajar itu terwujud dalam bentuk perubahan pengetahuan (knowledge). Penguasaan peilaku ynag ditentukan (kognitif, afektif, psikomotor) dan perbaikan kepribadian.
- Prinsip2 belajar sebagai berikut :
1. Belajar dapat membantu perkembangan optimal individu sebagai manusia utuh.
Prinsip ini menundakan bahwa belajar memungkinkan anak untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan dirinya secara untuh, menyangkut seluruh aspek intelektual ,sosail ,moral,spiritual dan emosional jadi tidak bersifat pragmetaris.
2. Belajar sebagai proses terpadu harus memposisikan anak sebagai titik sentral
3. Aktivitas pembelajaran yang diciptakan harus membuat anak terlibat sepenuh hati, aktif menggunakan berbagai potensi yang dimilikinya.
Siswa tidak hanya senang berada dilingkungan, tetapi merasa tertantang untuk berkompetensi /bekerja sama melakukan berbagai kegiatan yang terarah pada pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan
4. Belajar sebagai proses terpadu tidak hanya dapat dilakukan secara individual dan kometitif melainkan juga dapat dilaksanakan secara kooperatif.
Belajar sebagai proses terpadu dapat dilakukan secara kooperatif namun tetap menetapkan individu dalam posisi yg terhormat dalam suasana kebersamaan menyelesaikan persoalan yg dihadapi.
5. Pembelajaran yang diupayakan oleh guru harus mendorong anak untuk belajar secara terus meneru.
6. Pembelajaran disekolah harus member kesempatan kepada setiap anak utuk maju berkelanjutan sesuai dengan potensi ynag dimiliki dan kecepatan belajar masing2
7. Belajar sebagai proses yang terpadu memerlukan dukungan fasilitas fisik dan sekaligus dukungan system kebijakan ynag kondusif.
8. Belajar sebagai proses terpadu memuungkinkan pembelajaran bidang studi dilakukan secara terpadu.
Keterpaduan mata pelajaran dapat dilakukan antar komponen dalam satu ma ta pelajaran /antar rumpun mat apelajaran
Belajr sebagai proses terpadu memungkinkan untuk menjalin hubungan yang baik antara sekolah dengan keluarga.
KB 3 : FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI PROSES DAN HASIL BELAJAR ANAK DI SEKOLAH
- Abin Syamsuddin makmun (1995) mengemukakan 3 faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar sisw adi sekolah yaitu :
1. Factor input (masukan) meliiputi :
a. Raw input atau masukan dasar ynag menggambarkan kondisi individual anak dengan segala karakteristik, fisik dan psikis yang dimilikinya
b. Instrument input (masukan instrumental) yang mencangkup gutu, kurikulum, materi da metode ,sarana dan fasilitas
c. Environmental input ( masukan lingkungan) yang mencangkup lingkungan fisik, geografis, social dan lingkungan budaya
- Menurut Rochman Natawidjaja (1984) mengemukakan lima unsure yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa disekolah yaitu usur tujauan,pribadi siswa,bahan pelajaran, perlakuan guru, dan fasilitas.
Penjelasan :
1. Factor anak
Anak harus diposisikan sebagai titik sentral dari seluruh proses pembelajran disekolah.
2. Factor guru
Guru adalah factor kunci dalam kegiatan belajar anak disekolah. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam keseluruhan program pendidikan sekolah. Guru adalah manajer pembelajaran, dia harus menentapkan tujuan pembelajran , membuat renca pembelajaran, melaksanakan pembelajaran secara efektif menguasai materi dan metode pembe;ajaran , mengevaluasi proses dan hasil belajar, memotivasi dan membantu tiapanak untuk mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai dengan tingkat perkembnagan dan kesempatan yang dimilik anak.
3. Factor tujuan
Tujuan adalah sesuatu ynag harus dicapai setelah anak melakukan aktivita sbelajar, oleh sebab itu factor tujuan pembelajaran itu merupakan tingkah laku yang diharapkan dicapai setelah anak melakukan proses belajar
4. Factor bahan pembelajaran
Bahan pembelajaran adalah sesuatu yang harus disusun dan disiapkan sedemikian rupa oleh guru agar muda diakses dan dipelajari oleh semua anak.
5. Factor ekonomis dan administrative
Meliputi aspek sarana runagan kelas, fasilitas dan peralatan ynag diperlukan dalam pembelajaran disekolah termasuk berbagai sumber pelajaran.
- Interaksi pembelajaran itu sendiri akan tampak pada tindakan nyata dalam pengajaran (instruction), kepemimpinan (leadership), dan penelitian (evaluation
KB 4 : KESULITAN BELAJAR ANAK SD
A. KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR
- Belajar tuntas (mastery learning) adalah suatu konsep ynag digunakan sebagai criteria ketuntasan atau pengeuasaan materi pelajaran
- Konsep ini bertitik tolak dari anggapan dasar (asumsi) bahwa setiap anak memiliki kecakapn da nkecepatan belajar yang berbeda2
- Dalil atau prinsip tersebut berlaku bilamana ;
1. Waktu yang disediakan cukup untuk mempelajari lingkup suatu pokok bahasa tertentu
2. Usaha belajar yang dilakukan oleh anak terarah pada tujuan pembelajaran
3. Kecakapan anak setidaknya normal
4. Kualitas pengjaran ynag diselenggarakan ole anda sebagai guru memadai
5. Siswa mendapatkan manfaat dari proses belajarnya,
- Ketuntasan belajar atau penguasaan materi pembelajaran dapat dirumuskan sebagai fungsi dari waktu ynag disediakan dengan waktu yang dibutuhkan oleh anak
B. KESULITAN BELAJAR
1. Pengertian , kriterian dan gejala
a. Kesulitan merunjuk pada suatu kondisi tertentu yna ditandai dengan adanya hambatan dalam mencapai suatu tujuaan , kesulitan belajar dengan demikian dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai dengan adanya hambatan2 dalam mencapai tujuan /hasil belajar ditetapkan.
b. Hambatan ini dapat bersifat fisiologis, psikologis, sosiologis dan sebaginya
c. Menurut konsep mastery learning , kegagalan belajar didefinisikan sebagai berikut :
a. Anak dinyatakan gagal belajar jika dalam waktu tertentu ynag di tetapkan oleh guru tidak dapat mencpai ukuran keberhasilan tingkat penguasaan minimal dalam pembelajaran tertentu
b. Anak dinyatakan gagal belajar jika prestasi belajrny ajauh di bawah prestasiynag diperkirakanlebih tinggi dari yang lainya.
c. Anak sd dinyatakan gagal dalam belajrnya jika yang bersangkutan tidak dapat mencapai tugas2 perkembangan.
d. Anak dinyatakan gagal dalam belajaranya jika yang bersangkutan tidak menguasai pengetahuan prasyarat untu dapat mempelajari pengetahuan berikutnya.
d. Criteria atau patokan ynag digunakan untuk menyatakan seseorang anak sd mengalami sesulitan belajar /tidak meliputi 4 kriteria :
1. Tujuan pendidikan /pembelajaran yang ditetapkan
2. Kedudukan anak didalam kelompok /kelasnya
3. Perbandingan antara potensi dan prestasi
4. Kepribadian
e. Berdasarkan criteria yang diturunkan dari konsep mastery learning tersebut , Abin Syamsuddin (1992) merangkum pendapat para ahli tentang gejala2 seseorang mengalami kesulitan belajar yaitu:
a. Nilai hasil belajar (nilai hasil ulangan,angka rapor)dibawah rata2 nilai kelas/kelompoknya
b. Nilai hasil belajar tidak sesuai dengan nilai2 dikelas sebelumnya
c. Nilai hasil belajar tidak sesuai dengan potensi yg dimilikinya
d. Labat dalam mengerjakan tugas2 belajar dikelas
e. Menunjukkan sikap2 yg kurang wajar seperti acuh tak acuh,menentang dan melawan guru, berpura2,berdusta
f. Menunjukkan tingkah laku berkelainan seperti membolos,terlambatmenggangu orang lain
g. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar seperti sering murung,pemarah,mudah tersinggung
2. Latar belakang penyebab
- Menurut Abin Syamsuddin(2002) dari pendapat Loree(1990). Factor-faktor yang dapat melatarbelakangi kesulitan belajar yang dialami oleh anak SD dapat dikelompokkan ke dalam 3 faktor, yaitu :
1. Factor stimulus/disebut juga sebagai learning variables
Meliputi : variable dan subvariabel sebagai berikut :
1) Variable metode,dalam arti apakah metode pembelajaran yg digunakan oleh guru menimbulkan:
a. Kuatlemahnya motivasi untuk belajar
b. Intensif tidaknya arahan pengajaran
2) Variable tugas
a. Tersedia tidaknya ruangan yang memadai
b. Cukup tidaknya waktu,serta tepat tidaknya penggunaan waktu tersebut untuk belajar
c. Tersedia tidaknya fasilitas belajar yang memadai
2. Factor organism, yaitu anak itu sendiri sebagai individu yang utuh yang dapat meliputi :
1) Karakteristik pribadi
a. Usia
b. Tingkat kecerdasan
c. Bakat
d. Kesiapan dan kematangan untuk belajar
2) Kondisi psikofisik yang sedang dialami oleh anak pada saat belajar
1) Perhatian
2) Persepsi
3) Motivasi
4) Keadaan lapar
5) Stress
6) Kecemasan
7) kesiapsediaan
3. Factor respon / disebut response variables
1) Kognitif : pengetahuan,pemahaman,konsep2/ketrampilan pemecahan masalah
2) Tujuan afektif sepeti sikap2,nilai,minat dan apresiasi
3) Tujuan tindakan (psikomotor : menulis,bicara,membaca,menggambar,olah raga
Komentar
Posting Komentar