modul 7 pendidikan anak sd

 MODUL 7

PENGEMBANGAN DAN INOVASI PENDIDIKAN DISEKOLAH DASAR

KB 1 : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK DI SD
A.     PENGEMBANGAN HORIZONTAL
SD itu tercakup dalam 4t rumpun pendidikan, yaitu :
1.      Rumpun sekolah Konvensional
Meliputi SD biasa, SD kecil dan SD pamong.
a.       SD Biasa
Adalah sekolah yang memiliki cirri-ciri :
1.      Memiliki gedung /tempat belajar rata2 sebanyak 6ruangan, 1 raungan guru, 1 perpustakaan,kamr mandi/WC serata fasilitas pendidikan lainya.
SD tersebut umumnya diabangu dengan program impres yang terdiri dari unit 1 dan 2 lengkap dengan perabotanya.
2.      Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional yang ditetapkan oleh departemen pendidikan
3.      Proses belajar mengajar berlangsung setiap hari kerja, pagi /siang
Dalam 1 mingggu terdapat 33 jam pelajaran bagi setiap tingkat kelas dan hari efektif sekolah berjumlah 240 -245 dlm 1 thn, jumlah siswa per sekolah melebihi 300 orang.
b.      SD Kecil
SD yang awalnya dikembangkan didaerah terpencil. SD dikembangkan dengan cirri memiliki bangunan yang terdiri atas 2 /3 ruangan dengan 2/3guru yang melayani 6 tingkat kelas. SD kecil ini melayani penduduk yang berpindah2
c.       SD pamong
Pamong merupakan singkatan dari pend anak oleh masyarakat,orang tua dan guru. System pamong inin berusaha untuk menempatkan anak didik sebagai subjek pendi,melibatkan anggota masyarakat dan orang tua untuk berperan secara lebih aktif dalam pend dan mengubah peranan guru agar dapat bekerja lebih efisien dan efektif.
Peran orang tua adalah mendorong anak untuk belajar,peran orang tua adalah mendorong anak untuk belajar, peran guru/tutor adalah melaksanakan proses belajar mengajar dan peran anak adalah belajar dengan aktif.
Kegiatan belajar mengajarnya yang disesuaikan dengan kondisi masing2 anak atau orang tuanya sehigga tidak mengganggu kegiatan orang tua.
a.       System SD Pamong menggunakan 10 prinsip berikut :
1)      Pend itu pada dasarnya merupakan proses belajar dalam diri anak
2)      Belajar itu terjadi dan dapatt berlangsung disembarang tempat, tidak hanya diruang kelas yang ada di sekolah
3)      Pend merupakan proses sosialisasi bukan proses mencerdaskan dan menerampilkan siswa melainkan jg membentuk anak menjadi manusia yg memiliki tanggungjwb terhadap kesejahteraan bangsanya.
4)      Kegiatan tutor dimaksudkan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dikalangan siswa
5)      Materi pelajaran juga disesuaikan dengan kurikulum sd yang berlaku.
2.      Rumpun SD Luar Biasa
Peserta didik yang memiliki kelainan fisik,mental dan emosi dalam rentangan yang amat lebar, memerlukan program pendidikan khusus.
a.       SD Luar Biasa (SDLB)
Adalah sekolah setingkat dengan SD yang siswanya terdiri atas anak2 penyandang cacat (anak luar biasa) degan berbagai macam ketunaan
Pelaksanaan SDLB yang pertama dikembangkan melalui program Inpres SD no. 4 tahun 1982 dan dilanjutkan sampai sekarang.
b.      Sekolah luar biasa (SLB)
Merupakan lembaga pend yang dipersiapkan untuk menangani dan menberikan pelayanan pend kepada anak2 penyadang kelainan(ABK), meliputi fisik,mental dan emosinal/social.
§  SLB Pembina Tingkat Nasional
Adalah SLB yang melaksanakan latihan dan penyegaran bagi tenaga kependidikan SLB, melaksanakan pengolahan dan pemecahan maslah dibidang pembinaanya, serta melaksanakan pengembangan SLB, meliputi tingkat persiapan dasar, menengah/lanjutan.
§  SLB Pembina Tingkat Provinsi
Adalah sekolah yang menyelenggarakan penyegaran bagi tenaga kepend serta menjadi percontohan penyelenggaraan SLB.
b.      Jenis SLB ada 5 macam, yaitu sebagai berikut ;
a)      SLB A adalah suatu lembaga pendidikan yang memberikan pend pelayanan pend secara khusus bagai anak tunanetra
b)      SLB B adalah untuk tunarungu
c)      SLB C adalah untuk tuna grahita (terbelakang mental)
d)      SLB D adalah untuk tunadaksa ( yaitu anak yang mengalami kelianan otot,tulang,sendi dan persyarafan)
e)      SLB E adalah anak tunalaras yaitu anak yang mengalami hambatan/kesulitan penyesuaian diri terhadap lingkungan social dan bertingkah laku kurang wajar /menyimpang dari norma2 yang berlaku
c.       SD terpadu
Model pend bagi peserta didik ini terintegrasi dalam sekolah2 biasa dan tidak perlu secara eksklusif dalam sekolah khusu.
Adapun yang menjadi perbedaan kegiatan itu, antara lain :
1.      Adanya usaha pengintegrasian/pembauran bebrapa anak berkelaianan pada kelas SD biasa
2.      Adanya guru pembimbing khusus yang mendampingi /membantu guru kelas demi kelancaran proses belajarmengajar
3.      Adanya anak2 penyandang ketunaan yang diharuskan mengikuti pend formal di SD secara klasikal yang menggunakan kurikulum SD biasa
4.      Siswanya terdiri dari anak2 berusia 7-12 tahun.
3.      Rumupun Pendidikan Luar Sekolah
Upaya penampungan dapat dilakukan melalui peningkatan dan penngembangan kegiatan rumpun pendi luar sekolah yang memungkinkan peserta memperoleh ijazah kesetaraan sekolah dasar
Program kejar paket A adalah suatu kegiatan membelajarkan warga masyarakat yang buta huruf dan yang isi pembelajarannya terdiri dari pend dasar serta dipadukan dgn pend mata pencarian.
4.      Rumpun sekolah keagamaan
Pendi dilingkungan ini diharapkan mampu menciptakan kondisi religious dan sekaligus kontekstual sehingga pendi agama di sekolah keagamaan dapat berkesianmbungan dengan pend umum dan lingkungan keluarga serta masyarakat global.
Rumpun sekolah keagamaan meliputi Madrasah Ibtidaiyah dan pondok pesantren
a.       Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Ialah satuan pend yang bersifat umum setingkat SD yang dikelola olah departemen agama
b.      pondok pesantren
merupakan lembaga pend yang sebenarnya termasuk jalur pend luar sekolah yang memiliki tingkat SD
keunggulan lainya bahwa lembaga pesantren adalah :
§  merujuk langksung kesumber nilai
§  member peluang kearah interaksi edukatif yang demokratis sepanjang 24 jam perhari
§  interaktif yang akrab antara santri dan kiai member peluang untuk intensifikasi pend
§  kiai tampil sebagai panutan yang diteladani
§  pembinaan disiplin melalui pend salat,shaum dan sebagianya

B.     PENGEMBANGA VERTIKAL
Pengembangan pada dimensi vertical ini mengandung arti bahwa penyelenggaraan pend SD selain merupakan perwujudan pend yang adil dan merata juga harus mempertimbngkan keragaman peserta didik baik dalam aspek kemampuan,pola hidup maupun lingkungan social budaya,dimana mereka tinggal.
1.      Pengembangan Kualitas Pendidikan
Masalah kualitas pend hakikatnya merujuk 3 hal, yaitu yang berkaitan dengan masukan (inpu),proses dan produk (output). Input pendi mencangkup siswa,guru, lingkungan,alat dengan segala karakteristiknya, seperti inteligensia,bakat,minat,kebiasaan siswa. Kualitas ke4 faktor tersebut menurut penalaran logis diprediksi akan menghasilkan produk yang bermutu.
Proses pend termasuk mencangkup persoalan bagaimana terselenggaranya suatu pembelajaran. Menyangkut didalamnya penggunaan strategi dan metode yang tepat, penyediaan sarana pembelajaran yang memadai,evaluasi yang akurat dan sbginya.
Dengan input dan prose spend yang berkualitas ,diharapkan menghasilkan produk pend yang bermutu, yang diantara karakteristik hsilnya bercirikan berikut ini
a.       Peserta didik menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugas2 belajar yang harus dikuasai dengan tujuan dan sasaran pendi.
b.      Hasil pend sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga dengan belajar peserta didik bukan hanya mengetahui sesuatu melainkan terampil melakukan sesuatu.
c.       Hasil pendi sesuai dengan kebutuhan lingkungan khususnya dunia kerja
2.      Pengembangan Relevansi Pendidikan
Upaya peningkatan relevasi dalam sisitem pendi berharap agar hasil pendi sesuia dengan kebutuhan, dalam arti dapat member dampak bagi pemenuhan kebutuhan peserta didik, baik kebutuhan kerja, kehidupan dimasyarakt dan melanjutkan pendi ke jenjang yg lebih tinggi.
3.      Pengembangan efisiensi Pendidikan
Pendidikan disebut efisien apabila hasil yang dicapai maksimal , dengan biaya yang wajar. Menurut pandangan kontemporer biaya yang menjadi ukuran efisien namun yang lebih utama adalah kualitas hasil.
Dalam konteks yang luas efisien berkaitan dengan professional dalam manjemen nasional pendi yang dialaminya terkandung, antara lain disiplin keahlian,etos kerja, dan cost effevtiveness.

KB 2 : IOVASI PENDIDIKAN SD

A.     LINGKUP INOVASI PENDI SD
-          Inovasi adalah upaya yang sengaja dilakukan untuk memperbaiki praktik pend dengan sungguh2.
-          Menurut miles dalam Ibrahim (1988:52) mengungkapkan paling tidak ada 11 komponen penting menjadi wilayah inovasi dalam pendi, antara lain ;
1.      Persoanlian
2.      Banyaknya personal dan wilayah kerja
3.      Fasilitas fisik
4.      Penggunaan waktu
5.      Perumusan tujuan
6.      Prosedur pembelajaran

7.      Peran yang diperlukan
8.      Wawasan dan perasaan
9.      Bentuk hubungan antarbagian atau mekanisme kerja
10.  Hubungan dngan system
11.  Strategi pembelajaran


B.     BEBRAPA CONTOH ONOVASI DALAM PENDIDIKAN DI SD
1.      Bidang kurikulum : kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
-          Merupakan suatu inovasi pend yang secara bertahap akan diberlakukan ditingkat nasional, mulai dar sekolah menengah atas/madrasah Aliyah atau SMA/MA, SMK, SMP/MTs
-          Misi KTSP adalah member kewenangan kepada setiap satuan pendidikan (unit sekolah) untuk mengembangkan kurikulum dan silabus sendiri atas dasar pertimbangan potensi siswa dan karakteristik SDM,sekolah dan daerah tempat sekolah itu berada.
-          Dengan KTSP setiap satuan pendidikan seperti SD tempat Anda bertugas sekarang harus mampu mengembangkan kurikulum dan silabus sendiri yang sesuai degan potensi anak,sekolah da karakteristik lingkunganya masing2.
-          Dinas pendidikan Daerah memiliki kewajiban untuk :
1.      Menyosialisasikan
2.      Menyelenggarakan pelatihan pengembangan KTSP di SD
3.      Membiayai serta mengelola kegiatan pengembangan KTSP di daerahnya dengan baik
2.      Bidang pembelajaran : quantum Learning (QL)
-          Inovasi ini muncul dari gagasan yang dikembangankan oleh Bobbi DePorters & Mike Hernacki (1999) quantum learning : membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan (terjemahan dan penerbit kaifa)
-          Dari inovasi ini ternyata metode belajar yang biasa itu dapat mnghasilkan lompatan perubahan semcam kemampuan diri yang berlipat lipat (quantum) pada anak /siapa pun yang menerapkan metode ini.
-          QL terdiri dari sejumlah teknik belajar yang sasaran akhirnya adalah membantu para siswa agar responsive dan bergairah atau bersemangat dalam menghadapi tantangan2 belajar dan perubahan2 yang terjadi dalam situasi nyata yang tengah dihadapi dilingkunganya.
-          QL juga menawarkan sejummlah kiat /seni dala membaca dan menulis yang sangat efektif dan efisien
-          Dengn QL anak tidak dijejali dengan pemberian materi pelajaran dari guru tetapi yang lebih penting bagaimana agar anak itu mengembangkan kemampuan berpikir,imajinatif kreatif, sikap optimis,emosi dan perasaan sukses .berhasil untuk menguasai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru.
3.      Bidang manajemen : manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
-          Atau Schools Based Management merupakan suatu inovasi atau pembaruan dalam bidang manajemen pendi khususnya manajemen sekolah.
-          MBD semakin dikenal karena dianggap cocok dengan kebijakan desentralisasi sebagaimana yang diisyaratkan dalam UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah No 25 tahun 2000 tentang Kewenangan dan propinsi sebagai Daerah Otonom
-          UU no 22 tahun 1999 da PP No 25 tahun 2000 maka kini menjadi wewenangan pemerintah daerah atau kabupaten dan kota. Desentralisasi pengelolaan pendi juga mengandung arti adanya perlimpahan wewenang pengelolaan pendi dari pemeritah daerah kepada masyarakat /kepada pihak2 yang berkepentingan dengan pendi ,
-          praktek MBS berarti adanya pelimpahan wewenang dari pemerintah kepada sekolah untuk merumuskan kebijakan dan penetapan keputusan tentang kurikulum dan pengelolaan seluruh sumber daya dari masyarakat bersama dngan stajeholders-nya
-          MBS merupakan suatu inovasi yang menetapkan sekolah sebagai suatu etetitas /system yang memiliki kemampuan untu membuat keputusan dalam mengelola semua sumber daya yang ada.

C.     PRINSIP DAN MODEL PERENCANAAN INOVASI PENDI ANAK DI SD
1.      Prinsip Perencanaan Inovasi Pendidikan
-          Perencanaan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk mencapai suatu keberhasilan inovasi pendi. Dalam hal ini perencanaan berarti suatu persiapan dan pengambilan keputusan untuk berbuat secara sistematis yang merupakan serangkaian aktivitas berkelanjutan dan saling melengkapu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
-          Ada 3 jenis hubungan yang sifatnya perlu secara proaktif dijalin dalan rangka inovai pend itu
1.      Hubungan reaktif, yang berarti hubungan secara kontinummengadakan respon terhadap kekuatan dari luar sepeti tekanan masalah politik,ekonomi,social,kebudayaan
2.      Hubungan proaktif, yaitu sisitem yang memegang peranan sebagai pengmbil inisiatif mengadakan perubahan /inovasi dan secara aktif untu mencari sumber2 dari lingkunganya.
3.      Hubungan interakktif, yaitu hubungan diman apertumbuhan dan perkembangan /perubahan suatu system sebagai hasil adanya hubungan interaksi anatara sistema dengan lingkuanganya.
-          Menurut Ibrahiim (1988) mengungkapakan elemen2 pokok dalam proses perencanaan yaitu :
1.      Merumuskan tujuan umum dan khusus inovasi
2.      Mengidentifikasi masalah
3.      Menentukan kebutuhan
4.      Mengidentifikasi sumber penunjang dan penghambat
5.      menetukan alternative kegiatan

6.      Menemukan alternative pemecahan masalah
7.      Pendayagunaan sumber daya yang ada
8.      Menentukan kriterian untuk memilih alternatfe pemecahan masalah
9.      Menetukan alternative pengambilan keputusan
10.  Menentukan kriteraia untuk menilai hasil inovasi


2.      Model perencanaan Inovasi Pendidikan
-          Model yang dimaksud ialah model perencanaan inovasi pendi proaktif/interaktif (MOPIPPI) Lebih menenkanakan kepada pola urutan pemikiran secara rasional sebagai pembimbing untuk membuat perecanaan inovasi pendidikan pada suatu sekolah.
-          Cirri MOPIPPI ialah terbuka, fleksibel, keseluruhan dan hubungan baik.
a.       Terbuka artinya SD tersebut system yang mau menerima input baik dari dalam system itusendiri maupun dari luar system
b.      Fleksibel artinya dalam proses peencanaanya bebas untuk bergerak dari tahap satu ketahab berikutnya.
c.       Keseluruhan artinya bahwa perencanaan harus dipikirkan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek/komponen yang diarahkan pada kesuksesan inovasi pendi sd
d.      Hubungan artinya dalam perencaan inovasi ini dpandang perlu senantiasa memperhatikan hubungan baik antaranggota system maupun hubungan dengan luar system.
D.     PENERAPAN INOVASI PADA SD
cara menerapkan ide untuk memperbaiki / memecahkan masalah2 di SD, yang penerapannya merupakan sesuatu yang disebut sebagai Inovasi antara lain ;
1.      Buatlah rumusan yang jelas tentang inovasi yang akan diterapkan
a.       Mengembangkan metode pembelajaran yang sangat efektif
b.      Mengunakan sumber dan media pembelajaran yg murah dan efektif
c.       Mengumpulkan data
d.      Membagi wewenang dan tanggung jawab
2.      Gunakan metode /cara yang memberikan kesempatan
3.      Kembangkan berbagai macam alternative
4.      Gunakan data /informasi yang sudah ada
5.      Gunakan tambahan data untuk mempermudah fasilitas
6.      Gunakan pengalaman si SD / lembaga yang lain
7.      Berbuatlah secara positif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 1.PENDIDIKAN ANAK DI SD (PDGK4403)

Modul 6 perspektif global

modul 11 pendidikan anak di sd